Kamis, 03 Juli 2014

Kuala Lumpur - Hari 1

Selasa, 24 Juni 2014 untuk pertama kalinya saya tiba di ibukota Malaysia dengan menumpang Keretapi Senandung Langkawi dari Butterworth, Penang. Untuk pertama kalinya juga di dalam hidup, saya merasakan sleeper train coach.. :D
Perjalanan dengan ferry dari Pangkalan Weld di Pulau Penang, tidak dipungut biaya alias gratis. Namun untuk rute sebaliknya dipungut biaya.


Untuk upper bed, saya membayar sebesar 40RM yang dibeli online lewat www.ktmb.com.my. Penjualan tiket online mulai dibuka 30 hari sebelum tanggal keberangkatan.
Perjalanan yang seharusnya pukul 22.28 molor hingga hampir pukul 23.00 dan kami tiba sekitar pukul 07.00 di Kuala Lumpur Sentral. Tiba di sini, saya terpesona sodarah-sodarah. Ini stasiun apa bandara??? Ciamik banget... Saya sempat salah pintu ketika hendak keluar untuk menaiki MRT. Di kemudian hari baru saya mengerti sebenarnya saya ga salah-salah amat, secara pintu itu menuju halte bus Go KL yang gratiiissss...
Dari KL Sentral saya naik MRT ke Stasiun Bukit Bintang dengan membayar sebesar 2,1RM.



Pas di tangga turun dari stasiun MRT Bukit Bintang ada penjual nasi lemak. Singgahlah saya membeli nasi lemak (standard) seharga 1,5RM dan ditambah perkedel menjadi 2,5RM. Kemudian saya menuju penginapan saya, Sunshine Bedz di samping McDonald Bukit Bintang. Wowww, penginapan itu persis di depan jalan raya besar dan hanya sekitar 50 meter dari halte bus Go KL. Nice lah...

Sampe di Sunshine Bedz yang terletak di lantai 3, sekitar pukul 8 pagi, saya diterima oleh resepsionis yang memperbolehkan saya meninggalkan backpack saya pada salah satu locker yang tersedia. Saya juga disediakan handuk dan diperbolehkan mandi dan sarapan pagi. Namun karena merasa punya nasi lemak, saya pun tidak sarapan pagi di hostel. Oh iya, saya booking Sunshine Bedz lewat www.hostelworld.com dengan membayar deposit dan service charge sebesar USD4,65 dan setibanya di hotel membayar 60RM untuk 2 malam, 24 Juni - 26 Juni 2014.

Setelah mandi dan sejenak memanfaatkan wifi di hostel untuk berkomunikasi dengan mereka di tanah air (ceileeee....), saya memulai perjalanan wisata. Kembali menumpangi MRT, saya kembali ke KL Sentral. Di sana saya membeli tiket Komuter ke Batu Cave. Di dalam perjalanan ke Batu Cave saya sempat mengobrol dengan pasangan suami-isteri Malaysia paruh baya. Si bapak adalah pensiunan dinas tenaga kerja di Malaysia yang pada masa aktifnya sering ke Indonesia. Menurut beliau, Indonesia pada tahun 90-an sudah lebih maju pariwisatanya dibandingkan Malaysia. Kalo sekarang? Cari tau sendiri lah...

Berikut ini foto-foto di Batu Cave:









Perjalanan menaiki tangga di Batu Cave merupakan sensasi tersendiri. Gemporrr bo.. Apalagi ketika di pertengahan perjalanan menuju puncak, ada monyet yang main samber bekal nasi lemak+perkedel saya. Makin asoyyyy...Ini menjadi peringatan buat teman-teman, lain kali kalaupun membawa perbekalan, masukin dalam tas. Karena kalo dijinjing dalam kresek, siap-siap aja deeh (beramal sama monyet)... Puas menikmati Batu Cave dan sekitarnya, saya pun kembali ke KL Sentral dengan Komuter yang stasiunnya bersebelahan dengan lokasi Batu Cave ini.

Setibanya di KL Sentral, saya membeli cheese beef burger di Burger King lalu turun ke lantai dasar ke tempat mangkalnya bus ke Genting. Di sana banyak sopir taxi yang menawarkan taxi untuk ke Genting. Hebatnya mereka, ga pake acara nyamperin2 calon penumpang seperti yang banyak kita saksikan di Indonesia. Bahkan salah satu sopir taxi ketika mengetahui saya ingin menggunakan bus, malahan membantu mengarahkan saya ke loket bus-nya. Luar biasaa...

Dari KL Sentral, kita bisa langsung membeli tiket Genting Skyway yang terintegrasi dengan tiket bus, untuk 1 kali perjalanan. Maksudnya tiket skyway-nya juga untuk perjalanan pergi ke Genting Highlands. Untuk kembali dari sana, kita perlu membeli lagi, demikian juga dengan tiket bus-nya.

Tiba di Genting, kita menuju ke lantai 5 dengan lift untuk kemudian mulai mengantri untuk naik ke skyway-nya. Menurut informasi di wikipedia, kereta gantung Genting Skyway merupakan yang tercepat di dunia dan terpanjang di Asia Tenggara. Woowww...







Puas cuci mata dan berdingin-dingin ria di Genting Highlands, saya kembali ke KL Sentral dan kemudian ke Bukit Bintang. Dari Bukit Bintang perjalanan dilanjutkan dengan free bus Go KL keliling-keliling pengenalan lingkungan sekitar dan lalu ke Suria KLCC untuk menikmati menara kembar Petronas Twin Tower.





Puaaasss banget dah nongkrong dari ada matahari sampe tukeran shift sama bulan sambil menikmati pemandangan Petronas Twin Tower ini. Lumayan bikin pegel leher. Hehehe.... Dan saatnya makan malam. Saya pun kembali ke Bukit Bintang, lagi-lagi dengan Go KL. Dari perhentian Bukit Bintang, saya melewati depan Sunshine Bedz ke arah Jalan Chulan, ketemu KFC, belok kanan dan menemukan Jalan Alor, salah satu surga hawker food di KL.





Setelah makan nasi goreng ukuran small tapi bisa dimakan 3 orang (can you imagine it?), saya pun kembali ke penginapan untuk melepas lelah. Benarkah demikian? Ternyata setibanya di penginapan, bersih-bersih dan berganti kostum, saya malah online sampe jam 3-an. What a holiday... :D


Perincian biaya hari 1 di KL:

Tiket MRT dari KL Sentral ke Bukit Bintang 2,1RM
Bayar penginapan untuk 2 malam di Sunshine Bedz 60RM
Nasi lemak 2,5RM
Tiket MRT dari Bukit Bintang ke KL Sentral 2,1RM
Tiket Komuter KL Sentral-Batu Cave 2RM
Tiket Komuter Batu Cave-KL Sentral 2RM
Cheese beef burger 6,8RM
Tiket bus Genting+tiket Genting Skyway sekali jalan 10,3RM
Tiket kembali Genting Skyway 6RM
Tiket bus dari Genting ke KL Sentral 4,3RM
Tiket MRT dari KL Sentral ke Bukit Bintang 2,1RM
Makan malam 18RM
Teh tarik dingin 1,5RM


*Terkesan jarang minum yak? Saya nenteng-nenteng botol air 600ml yang slalu di-refill kok. Tapi kekecilan tuh. Ada makcik yang nenteng-nenteng galon 3 liter sodarah-sodarah. Sehat plus olahraga! Hehehe.... 

17 komentar:

  1. Serius ada jalan Alor dek? Apa ada hubungannya dengan suku Alor di NTT? Cari tau ya :d

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seriuuss Kax, one of the infamous streets in KL. Kax kudu ke sana saksiin sendiri. Hehehe....

      Hapus
  2. sy juga akan ke KL desember nanti... paling strategis and hemat tinggal di daerah bukut bintang? petaling? atau dmn y... yg deket bus jurusan singapore karena hari ke2 malam mau langsung ke SG tx..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Natalia...

      Saya belum pernah tinggal di daerah selain Bukit Bintang. Namun seandainya suatu saat saya jalan2 lagi ke KL, saya akan tetap memilih kawasan Bukit Bintang sebagai tempat menginap. Ttg hemat, sifatnya relatif sih yaa.. Namun kalo untuk menginap 2 malam dengan 60RM dianggap hemat, sangat direkomendasikan untuk tinggal di Sunshine Bedz. Totally awesome! Kemana2 deket, kecuali ke kawasan Dataran Merdeka. Ke KL Tower dan Petronas Tower bisa jalan kaki. Untuk naik bus ke Singapura, ada Terminal Bus Puduraya yang paling dekat dan kalo mau cuci mata di Terminal Bus yang katanya paling megah di Asia Tenggara, silahkan ke Terminal Bus Bersepadu Selatan yang terintegrasi dengan stasiun LRT Bandar Tasik Selatan. Saya tau ancar2nya juga dari Vely di Sunshine Bedz. Oh iya, tinggal di penginapan manapun boleh minta peta gratis, khususnya peta Bus Go KL (free bus). Kalo masih ada yg perlu diperjelas, jangan sungkan2 yaaa....

      Hapus
  3. Hallo,, saya mau tanya tentang GO KL nih..
    Saya lihat di webnya GO KL, ada titik2 pemberhentian gitu kayaknya.
    Bus GO KL itu berhenti di setiap halte kah? Atau kita harus pencet bel supaya dia berhenti?
    Trus cara naik bus nya sama kayak naik mrt gitu ya? Kalo tujuannya beda line, kita harus oper jurusan?
    thank you. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo Sanly..

      Seperti yg diliat di webnya, free bus Go KL ini berhenti hanya pada tempat (halte) tertentu. Dari pengalaman saya, tanpa mencet bel pun busnya pasti berhenti di halte yang telah ditentukan tersebut. Cuman biar kitanya yakin, pencet aja belnya. Tentang tujuan yg beda line, bener kata Sanly. Kudu pake acara oper di titik2 pertemuan antar line. Untuk line Green, Purple, dan Blue, salah satu titik pertemuannya di Bukit Bintang. Jangan lupa ngambil peta rute (gratis) Go KL di penginapan yak.. Pengalaman saya dulu, peta itu lebih komplit dibandingkan di webnya. Mungkin skarang udah up to date.

      Selamat menikmati Malaysia.. ;)

      Hapus
    2. Terima kasih buat balasannya. Cepat.^o^
      Maap nih, saya mau tanya lagi.
      Halte tertentu yang ditentukan itu maksutnya titik2 yang di map itu ya?
      Kalo tiap titik berhenti, berarti saya tinggal ngitung jumlah halte yang bakal saya lewati sampe tempat tujuan ya? Soalnya kalo pake pencet2 juga bingung kapan mencetnya. Gak tau jalan dan haltenya dah deket ato blm. >_<
      Oya, itu di map nya kan ada tanda panah arah line nya, nah itu dia jalan satu arah aja ato berlawanan arah juga? Kok keliatannya satu arah ya.. :S

      Terima kasih bantuannya, maaf ya kalo saya banyak tanya. Bener2 ga tau soalnya.. hehe

      Hapus
    3. Hehehe... Seneng juga saya kalo bisa membantu :D

      Bener Sanly, halte tertentu itu yang ditandai dengan titik2 di map-nya. Saya juga pake teknik ngitung jumlah halte yang sudah dilewati untuk siap2 turun di tujuan saya. Kadang untuk lebih meyakinkan, di 1 halte sebelum halte tujuan, saya udah 'merapat' ke sopir biar make sure ajah.
      Bus Go KL itu 1 arah aja, San. Ngidernya sesuai yang di peta. Jadi hanya 1 kali melewati setiap halte per 1 putarannya.

      Don't ever be hesitate to ask more questions ya San. Selama bisa saya bantu, pasti dibantu kok. Itulah tujuan postingan ini. Hohoho.... ^o^

      Hapus
    4. Wah, kayaknya aku bakal banyak tanya nih soalnya yang ditanyai enak.. wkwk
      Haltenya utk bus gokl gmn ya penampakannya? Sama kayak halte bus lain ato dia ada khusus?
      Haltenya kadang ga keliatan kalo itu halte.
      Transportasi paling deket sama KL Tower tu apa ya? Soalnya saya baca2 kok kayaknya kalo naik kereta msh harus jalan jauh lg. Saya takut kejauhan soalnya saya ntar bawa ortu, kasian kalo jalan jauh. Kalo naik taxi, kok keliatannya mahal ya di sana.. :D

      Hapus
    5. First of all, ketawa dulu ah. Hahaha...

      Penampakan halte bus-nya kadang ada tulisan Go KL kayak yg ada di webnya, kadang ga ada. Pengalaman saya di perhentian Globe Silk Store di Red Line, sama skali ga ada tanda2 ke-halte-an. Nanya sekitaran pun pada ga tau. Hanya ada tulisan di atas aspal aja yg mengindikasikan di situ perhentian bus. So, patokan dan yakin ajah sama titik2 perhentian yg ada di map-nya San.

      Transportasi paling deket sama KL Tower, secara saya tinggalnya di kawasan Bukit Bintang, tinggal naik Go KL Blue Line, berhentinya di halte The Weld, plus nyebrang dan jalan dikit. Kalo pakenya Purple Line, malah lebih deket karna berhentinya di halte Menara KL, (teteup) plus jalan dikit. Jalannya asyik karena ada pepohonan. Anggap aja jalan santai. Toh ga ada yang ngburu ini kan? #holiday :D

      Honestly San, saya mengharamkan naik taxi selama perjalanan. Ane kan backpacker-an coiii... So, ga bisa ngasih perbandingannya. Hghghg... :-P

      Hapus
    6. Wah, sama dong. Saya juga. Kalo bisa malah ga perlu keluar duit apa2. Makanya cari yg gratisan gini.. hahaha.
      Saya dari KL tower mau ke KL sentral, bingung naik apa soalnya mrt yg paling deket di KL tower kayaknya ga deket2 amat juga (dari yang saya baca di internet). Secara~ goKL nya ga mengarah ke KL sentral. Jadi ga bs naik goKL dah. Galauw deh kalo soal KL tower. >_<
      Oya, halte menara KL tower nya deket sama pintu gerbangnya ya? Soalnya mau naik shuttle bus (gratis juga) aja ke tower nya (katanya lumayan jauh kalo jalan).
      Trauma dulu bw ortu ke spore kebanyakan jalan, jadinya hari kedua ortu ku uda tepar. Makanya skg bener2 meminimalis jalan. T_T

      Thankyou2

      Hapus
    7. Iya sih ya... Kalo dipikir2, sebenarnya pas jalan2 gitu walau jauh kok ya kerasa deket yaa... Saya ga tau ttg shuttle bus secara pas datang udah ga ada matahari, alias udah malam. Hghghg... Tapi dimanfaatin ajah tuh San. Sorry, ga punya info ttg shuttle bus itu.

      Satu2nya bus Go KL yang berhenti di KL Sentral hanya yang Red Line. So, dengan Purple Line dari halte KL Tower bisanya oper ke Blue Line di halte The Weld, trus sampe ke 'pool' di Medan Mara oper ke Red Line deh..

      Kalo sekilas kelihatannya ribet, tapi pas saya jalan2 itu enjoy aja. Secara sering waktu di perjalanan itu saya gunakan buat selonjoran dan bahkan bobo ciang. Hahaha... Kalo ga gitu, bisa-bisa pulang ke rumah kaki2 bisa mati rasa. :D

      Saya belum pernah bawa ortu jalan2 ke LN secara kedua ortu saya udah bersama Penciptanya. Tapi sekedar ngingetin aja San. Jangan kebanyakan tujuan dalam seharinya. Sama ortu ini jangan pake acara kejar tayang atau touch 'n go travelling yaak... ;)

      Hapus
    8. Stasiun KL Sentral tuh gede banget ya? Nama jalannya apa ya? Aku liat di google map, bingung masuknya dari sebelah mana ya?
      Saya mau pesen hotel deket situ biar ke mana2 gampang dan deket stasiun biar gak terlalu banyak jalan.. Enaknya cari hotel yang di jalan apa ya biar mudah?

      Hapus
    9. Oya, stasiun utk bus airasia yg dari/ke bandara dan stasiun kereta ada dlm gedung yg sama?


      *maaf byk tny

      Hapus
    10. Hi Sanly...

      Sorry banget lama balasannya. KL Sentral itu gede banget. Bayangin aja, ada stasiun kereta, LRT, komuter, bus, dan mall. Nama jalannya ga hapal (tepatnya ga tau). Soale beredar di situ pake kereta, bus Go KL, LRT, MRT, dan komuter. Ga pernah merhatiin nama jalan. Kalo ga salah liat, bus Airasia ada di situ juga. Sorry, kmrn dari Penang sih.
      Untuk nyari hotel, udah nyoba di Hostelworld, Booking, Agoda, dll? Di situ biasanya masing2 hotel sebutin terdekatnya sama apa plus ada juga reviewnya.
      Jadi, kapan nih jalan2 visit Malaysia-nya? ^_^

      Hapus
    11. Iya udah pesen hotel di hotels.com tapi bayarnya ditempat.
      Saya ke Malay tgl 28 Okt.
      Btw, di sana aman gak ya? Soalnya saya nyampe sana sekitar jam 10-11an malam karena berangkat dari Indo sore dan nanti kembalinya dari hotel ke airport subuh (flight pagi). Takut aja soalnya di Indo kan kalo udah gelap gitu agak rawan juga kalo keluar jalan kaki. :S

      Hapus
    12. Aman itu relatif kan ya.. Yang pasti protap-nya terpenuhi: jangan memakai perhiasan berlebihan; kenakan pakaian senyamannya dan sesopannya; jangan terlihat seperti orang kebingungan; dsj, udah deh. :D
      Saya jalan malam di sana aman2 aja San. Semoga Sanly juga demikian.

      Selamat berlibur... ;)

      Hapus