Selasa, 08 Juli 2014

Semalam (Suntuk) di Johor Bahru

Jumat, 27 Juni 2014

Pagi-pagi benar saya sudah bangun (tumbeeen) oleh deringan telpon dari kakak saya dari Jayapura (jauuuh bangeeet yak?) dan juga deringan alarm HP. Bus ke Johor Bahru yang sudah saya beli tiketnya kemarin berangkat jam 8 pagi, so ane kudu siap-siap.

Terima kasih untuk makcik pemilik Tang House yang sore sebelumnya sudah menunjukkan halte bus ke Melaka Sentral. Senada dengan informasi makcik itu, saya juga mendapat informasi dari makcik yang malam sebelumnya menjual honey melon-nya ke saya, bahwa kalo pagi-pagi benar bus-nya lebih dekat dari ujung jalan yang berlainan dari kemarin saya tiba dengan bus Panorama Melaka nomor 17. Artinya, memang bagus kalo saya tinggal di Tang House dan ingin ke Melaka Sentral di pagi hari. Thank God!

Pukul 06.30 waktu Melaka masih gelaaaap bangeeet. Kayak jam 5 di Ambon gitu deh. Saya memanggil-manggil nama makcik pemilik penginapan untuk mengembalikan kunci tapi tidak ada jawaban. Bagaimana neh? Ane kudu on schedule. Akhirnya saya memutuskan untuk meletakkan kunci di lemari yang ada di lobby dengan meletakkannya di bawah sebuah amplop surat. Harapan saya kunci itu tidak terlihat oleh yang lain tapi bisa ditemukan oleh pemilik penginapan. Untungnya lagi, pintunya bisa dibuka dari dalam dan secara otomatis akan terkunci jika ditutup.

Dengan sedikit ngeri saya berjalan di jalan raya menuju ke halte bus yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari Tang House. Tiba di persimpangan, saya melihat ada kedai yang sudah buka. Saya pun menghampiri kedai tersebut, yang berhadapan dengan halte bus, dan bertanya ke makcik pemilik kedai tentang bus ke Melaka Sentral. Makcik itu lalu menyarankan saya untuk menunggu di depan kedainya saja dan baru menyeberang ke halte bila bus-nya datang. Katanya kalo pagi begini banyak orang jahat yang suka merampas tas bila melihat kita berdiri/berjalan sendirian. Again, thank God.

Tidak sampai 3 menit saya duduk menunggu di depan kedai, datanglah bus Panorama Melaka. Saya lalu berlari ke seberang setelah sebelumnya mengucapkan terima kasih kepada makcik pemilik kedai dan anaknya. Saya pastikan ke pak sopir tentang tujuan ke Melaka Sentral dan kemudian membayar 1RM untuk ongkos.

Tiba di Melaka Sntral, saya sempat bertanya ke salah satu mbak-mbak, apakah sudah bulan Ramadan? Katanya belum. Perlulah saya bertanya demikian, sekedar memastikan. Sambil menunggu jam 8, saya memilih untuk sarapan pagi di McDonald yang ada di Melaka Sentral. Saya membeli 1 burger untuk dimakan di tempat dan 1 pancake untuk dimakan kemudian, seharga kurang lebih 9,3RM. Minumnya? Air putih di botol air dan sebotol air mineral dari perbekalan yang sudah disiapkan dari malam. Sehat dan hemat. Hahaha....

Setelah sarapan pagi saya lalu menuju ke terminal bus dan memilih untuk makan pancake saya sambil menunggu bus. Sambil menunggu bus itu juga saya ngobrol dengan 2 mbak-mbak dari jawa yang bekerja di Johor Bahru. Lumayan juga yaaa, tinggal di Melaka tapi kerja di Johor Bahru. Secara perjalanan Melaka - Johor Bahru membutuhkan waktu sekitar 3 jam.

Jam 8 teng bus pun berangkat...

Bus dengan kursi 2-1
Sekitar pukul 11.10 waktu Johor Bahru, kami tiba di Terminal Larkin. Setelah mampir sebentar ke tandas (toilet-red) yang memasang tarif 0,3RM, saya pun bertanya ke seorang calo tentang lokasi bus menuju Pontian yang kemudian menyebutkan nomor tempat parkiran bus tujuan Pontian. Di dalam bus, sambil menunggu bus berangkat, saya sempat ngobrol-ngobrol dengan seorang ibu dan seorang bapak tentang transportasi menuju Tanjung Piai. Katanya sya sudah di dalam bus yang benar. Setibanya di Pontian, saya bisa melanjutkan perjalanan dengan taxi.

Perjalanan ke Pontian memakan waktu sekitar 1 jam-an dengan bus ber-AC dan melewati jalan yang mulus dan mantep punya. Pontian adalah wilayah Johor Bahru yang terletak paling selatan. Tujuan saya di Pontian adalah Tanjung Piai, titik terujung benua Asia.

Terminal Pontian

Dari Pontian tidak ada bus dengan trayek Tanjung Piai ataupun Pantai Kukup (namanya mirip Pantai Kukup di Gunung Kidul yaaak..). Adanya taxi sedan gitu dengan sistem kayak angkot, penuh baru jalan. Untuk tujuan Pantai Kukup banyak banget penumpangnya, berbeda dengan tujuan Tanjung Piai. Saya menunggu sampai sekitar 30 menit tapi tak ada penumpang lain dengan tujuan Tanjung Piai selain saya. Bisa seeh saya sendirian menggunakan taxi ke Tanjung Piai dengan tarif 30RM sekali jalan dan 60RM untuk perjalan pp-nya. Cuman kebayaaaang dong, perjalanan sejauh kurang lebih 60 km berdua sopir taxi aja. Gimana kalo ada apa-apa cobaaaa....

Salah satu sopir taxi bertanya ke saya, "Nak kemane?"
Saya jawab, "Nak ke Tanjung Piai"
Sopir taxi, "Belom ade orang lain, selain you"
Saya, "Tak ape. Biar saye menunggu yang lain"
Sopir taxi, "Bile ade. Bile tak ade?"
Saya, "Tak ape. Bile tak ade yang lain, saye nak kembali ke Johor Bahru"

Setelah percakapan itu, baru saya dikasih tahu yang orang Malaysia memang jarang banget ke Tanjung Piai, berbeda dengan Pantai Kukup. Bahkan ada sopir taxi yang memberikan informasi, dalam seminggu belum tentu ada 10 orang yang ke Tanjung Piai. Tapi kan, Tanjung Piai itu eksotik karena paling ujung.... Di Pontian sini ada juga Museum Bugis (sekedar info)...

Gagal ke Tanjung Piai, saya pun kembali ke Terminal Larkin di Johor Bahru.

Salah satu sudut Kota Pontian
Setibanya di Terminal Larkin, saya menunggu bus Causeway Link jurusan Lego Land. Wajiblah kite berfoto di Lego Land sekalipun tak masuk. Hehehe....

Salah satu pintu masuk ke Lego Land

Perhentian bus

Kawasan Lego Land masih terus dalam pengembangan


Puas berfoto ria di Lego Land, saya pun menuju tempat perhentian bus untuk menuju destinasi selanjutnya, Johor Bahru Sentral atau yang sering disebut JB Sentral. Thank God, bus dari Lego Land tujuannya juga ke JB Sentral melalui Terminal Larkin. Saya menggunakan kesempatan ini untuk bo-ci alias bobo siang. Lumayan, recharge energi. Mana adem (bangeeet)...

Nyampe di JB Sentral, baru saya ngitung sisa amunisi ringgit. Ternyata amunisi saya masih ada 200-an ringgit sodarah-sodarah. Padahal udah mau masuk ke Singapura besok paginya. Akhirnya yang awalnya ga berencana belanja-belinji, jadi shopping jugaaaa.... Dan memang udah jalannya, ada 1 toko (saja) yang menjual souvenir gantungan kunci dan tempelan kulkas di lantai 2 JB Sentral *orang rumah happy mode on* :D

Lurus ke pintu 6 adalah jalan menuju imigrasi Malaysia dan terminal bus untuk ke Singapura


Di JB Sentral ada beberapa food stand seperti KFC, Roti Boy, Starbuck, Donat and Coffee, dan satu rumah makan yang saya lupa namanya yang menjual ayam penyet. Jawa banget daah... Di situlah saya menikmati makan makam saya plus es sirup yang dihargai 10RM. Saya juga beli roti boy buat sarapan pagi nanti.


Di rumah makan inilah saya bertemu 1 mas-mas yang kerja di situ. Saya sempat ngobrol-ngobrol dengan masnya. Dari mas-mas itulah saya baru ngeh yang dengan berada di JB Sentral sebenarnya saya sudah makin dekat dengan Singapura dibandingkan dengan di Terminal Larkin, dengan konsekuensi makin murah juga. Hahaha.... Dengan demikian berubahlah rencana saya, yang tadinya berniat nongkrong semalaman di Terminal Larkin menjadi nongkrong semalam suntuk di JB Sentral. Tempatnya doang yang berubah neeeh!

Inilah beberapa sudut di JB Sentral lantai 2 yang jadi pemandangan saya semalam suntuk.

Loket penjualan tiket KTM



Nah, di sudut inilah saya nongkrong semalaman, selain jalan-jalan juga di seputarannya. Colokan tersedia, tempat nongkrong bisa buat melunjurkan kaki biar tar kuat dipakai jalan lagi seharian keesokan harinya di Singapura. Cuman ga ada free wifi. Hghghg...


Demikianlah kisah semalam (suntuk) di Johor Bahru.
Good bye Malaysia. It'll be a pleasure to see u again... ;)

Perincian pengeluaran selama di Johor Bahru - edisi menghabiskan ringgit :

Tarif bus Panorama Melaka dari Jonker Street ke Melaka Sentral 1RM
Makan pagi, beli di McD 9,3RM
Tarif toilet di Melaka Sentral 0,3RM
Tarif bus dari Melaka ke Johor Bahru 20,9RM
Tarif toilet di Terminal Larkin 0,3RM
Tarif bus dari Terminal Larkin ke Terminal Pontian 5,4RM
Tarif toilet di Terminal Pontian 0,3RM
Tarif bus dari Terminal Pontian ke Terminal Larkin 5,4RM
Tarif bus dari Terminal Larkin ke Lego Land 3,3RM
Tarif bus dari Lego Land ke JB Sentral 4,5RM
Makan ayam penyet + es sirop di JB Sentral 10RM
2 buah Rotiboy @2,5RM ==> 5RM
Oleh-oleh gantungan kunci 40RM
Oleh-oleh tempelan kulkas 130RM
Nasi lemak 2RM
Nasi ayam+nuget 6RM
Pastel 1,5RM
Air mineral dan snack 13,7RM
Tarif bus dari Johor Bahru ke Queen Street - Singapura 2,6RM

*sebagian makanan dan snack yang dibeli di JB Sentral diselesaikan di Singapura (hemaaaat) :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar