Kamis, 17 Juli 2014

Singapura - Hari 2

Singapura, 29 Juni 2014

Hari ini rencananya pengen bangun telat, secara tujuan pertama adalah ibadah Minggu jam 11 pagi. So, pengen tidur sampe jam 9, menikmati sarapan, baru mulai jalan. Akan tetapi kok ya rasanya ga tega biarin waktu berlalu tanpa menikmati Singapura yang dalam hitungan kurang dari sehari akan ditinggalkan #melow nih yee.... Maka alarm pun disiapkan.

Di pagi hari, ternyata saya dibangunkan bukan oleh alarm tapi oleh colekan teman sekamar yang dari Korea Selatan. Kok bisa yaaaa? Ceritanya alarm dari tab samsung yang bunyinya nyaring bin berisik itu justru membangunkan doi dan bukannya si pemilik alarm (negara asalnya sama kaliiii). Hahaha.... Kebayang dong gondoknya doi. Saya kaget juga dibangunin. Tapi, intinya kan bangun sesuai jadwal.. #dengan mengorbankan orang lain itu mah, Pauline!

Setelah bangun dari tidur dengan tidak rela, dalam kantuk yang tersisa saya berpikir, tidur lagi aja kali ya. Biar deh jam 10-an baru jalan. Tapiiii ga relaaaa.... Maka siap-siaplah saya untuk selanjutnya sarapan. Sarapan di Joyfor Backpacker Hostel mantap loh! Bukan sekedar roti tawar, tapi ada juga roti gandum. Orientasi sehat juga yah. Sebelum sarapan, saya sempat numpang ngprint boarding pass Air Asia saya. Baik banget deh staf di Joyfor. Bener-bener patut direkomendasikan deh!

Jam 8 lewat dikit gitu, setelah nitip backpack ke staf Joyfor yang selanjutnya dikasi nomor (mantaaap bangeeet!), saya memulai petualangan edisi 2. Dari MRT Kallang saya menuju City Hall. Di seputaran City Hall ini ada banyak spot-spot untuk memuaskan mata.

Katedral St. Andrew


Di halaman inilah saya diberkati dengan sebuah mangga manis yang jatuh dari pohon. Hehehe...

Citi Hall yang sedang direnovasi, berdampingan dengan bangunan lama Gedung Mahkamah

Tugu untuk mengenang orang India yang mati dalam perang

Penemuan berharga dalam perjalanan tanpa peta #jangan ditiru :D

Lim Bo Seng Memorial

Dalhousie Obelisk dengan latar belakang Victoria Theatre dan Concert Hall

Asian Civilisation Museum






Raffles' Landing Site


Old Parliament House

Former Supreme Court Building




Setelah jalan-jalan seputaran City Hall sampe ke Fort Canning (kebayang kan gempornyaa....), saya lalu naik bus di halte bus depan Fort Canning untuk selanjutnya menuju Orchard Road untuk beribadah Minggu di Bethany Church Singapore yang ada di Lantai 3 Ballroom Grand Hyatt Hotel, Scotts Road. Bus berhenti di halte persis di depan Grand Hyatt Hotel. Tinggal naik jembatan penyeberangan, nyampe deehh...

Ibadah di Bethany Church Singapore dimulai jam 11 dan selesai sekitar pukul 2 siang. Saya lalu menuju halte di depan Tang Plaza untuk menuju Orchard Hotel, secara saya pernah membaca kalo dari Orchard Hotel ada bus gratis untuk wisatawan dengan tujuan Sentosa Island. Pas menunggu di halte, eee ada bus tingkat lewat. Maka naiklah saya, menikmati pemandangan seputaran Orchard Road dari atas bus tingkat, bahkan sampe ke pool-nya bus itu. Dari situ saya naik bus lagi menuju Orchard Road (ceritanya masih ngebet naik bus gratis. Hehehe....). Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, saya ketiduraaan sodaraaa-sodaraaa... Pas saya nyadar dari tidur, langsung deh turun di halte bus terdekat. Naah, di sini saya mengalami disorientasi lokasi. Ngerti siiih, saat itu saya berada di kawasan Bukit Merah, tapi ga ngerti gimana caranya ke Sentosa Island. Sayapun bertanya ke seorang pemuda yang dengan dan simpatik (????) menjelaskan bahwa saya harus menyebrang ke halte sebrang untuk bisa naik bus dengan tujuan halte bus Harbour Front sekaligus Vivo City. Dari Vivo City inilah akses kita menuju Sentosa Island, baik dengan berjalan kaki, monorail ataupun bus.

Dengan semangat 45 saya memilih untuk berjalan kaki ke Sentosa Island. Berikut hasil jepretan di seputaran Sentosa Island.

Jalur cable-car dilihat dari Sentosa Broadwalk menuju Sentosa Island

Travelator di Sentosa Broadwalk lumayan mengistirahatkan kaki

Informasi yang menjadi penyemangat menuju garis finish. Hehehe....



Sentosa Broadwalk pun menjadi suatu objek cuci mata. Nice...


Tarif masuk Sentosa Island adalah S$1, dan gratis di akhir pekan. Syukurlah saya datang di akhir pekan. Hghghg....






Saya tidak lama di Sentosa Island, selain karena panas, masih banyak tujuan lain yang rasanya rugi untuk dilewatkan di sisa-sisa yang tersedia. Saya kembali ke Vivo City, lagi-lagi dengan berjalan di Sentosa Broadwalk. Bener-bener olahraga dan cuci mata (skalian hemat. Hahaha...). Menggunakan MRT dari lantai dasar Vivo City, saya menuju ke Haw Par Villa, suatu taman hiburan berisi patung dan diorama yang bertema neraka. Kesan awal yang mengerikan, hmmm.... Tapi saya cuman mejeng doang kok di pintu masuknya. What a touch n go travelling! Eh, di sini masuknya gratis loh. Secara ane emang nyari yang gratisan. Hghghg..






Dari Haw Par Villa, saya menuju Singapore Botanic Garden, masih dengan menggunakan MRT.

Stasiun MRT Haw Par Villa

Singapore Botanic Garden
Di Singapore Botanic Garden ada begitu banyak kebun/taman, jahe juga ada. Liat aja tuh papan petunjuknya. Dan bagi basudara orang Maluku, ternyata di Singapura, jahe disebut halia juga. Jadi penasaran neh? Eh, ini saya difoto sama mbak-mbak dari Jawa Timur. Pas denger ada yang ngomong Jawa, langsung deh, "Bisa tolong motretin, mbak?"


Dari Singapore Botanic Garden, saya menuju Chinese Garden.



Jurong Lake di dalam kompleks Chinese Garden
Sekedar info gan. Chinese Garden ini luas banget, mencakup juga Japanese Garden. Kalo kudu muterin semua garden ini, target ane ga terkejar. So, spot-spot fotonya ditentukan secara purposif dengan memperhitungkan jarak (statistik banget yaaak....).


Dari Chinese Garde, saya menuju Gardens By The Bay. Secara semalam udah foto versi malam, perlu juga versi saat matahari bersinar terang (...burung berkicau nan senang...)

Nemu spot foto bagus di seputaran stasiun MRT Bayfront




Marina Bay Sand dilihat dari kompleks Gardens By The Bay

Jalan yang menghubungkan Gardens By The Bay dan Helix Bridge
Spot di bawah jembatan ini menarik perhatian saya. Sejenak saya teringat kondisi jembatan-jembatan di negeri saya. Kapan ya sebersih dan semenarik ini?

Helix Bridge, edisi sore hari
Dari Helix Bridge, ane balik lagi ke Gardens By The Bay, secara dari situ deket ke stasiun MRT Bayfront. Bener-bener deh, olahraganya ga tanggung-tanggung... #oh sikilku.....
Eh, tapi jadinya menikmati lagi Gardens By The Bay dalam sudut pandang yang laen. Nice...



Dari stasiun MRT Bayfront, saya menuju stasiun MRT Farrer Park untuk menikmati nasi briyani A. B. Mohamed di Serangoon Road.

Keisengan di dalam MRT
Ketika melihat porsi nasi briyani dengan ayam (ayamnya ketutup nasi), saya sempet shock. Ini porsi kuli kali yaaak?? Tapi ternyata bisa saya habiskan sodara-sodara.... *malu-malu kucing mode on*
Sebenernya ga perlu malu kali ya, secara ga bener-bener habis kok. Masih tersisa kuah karinya, secara sayang sama perut. Hahahaha...

 

Pencuci mulu, hasil temuan di Katedral St. Andrew
Setelah menikmati makan malam, saya melangkahkan kaki ke seberang Restoran A. B. Mohamed, menuju Mustafa Center untuk menghabiskan dollar Singapura. Lumayan, ada oleh-oleh yang bisa dibawa buat orang rumah, padahal sebelumnya sebagaimana perjalanan di Malaysia, saya tidak menargetkan (menganggarkan-red) pembelian oleh-oleh. Puji Tuhan, bisa... Hasil belanja di Mustafa adalah beberapa potong oleh-oleh dengan uang tersisa di saku hanya S$1,5. Luar biasaa... Trus gimana selanjutnya? #tenang, masih ada STP

Seusai cuci mata plus beli oleh-oleh ala kadarnya, saya menuju halte bus terdekat. Saya lebih memilih menggunakan bus untuk kembali ke Geylang Road karena nantinya bus akan berhenti di halte persis di depan stasiun MRT Kallang sehingga perjalanan saya lebih singkat dan praktis, terhindarkan dari naik-turun eskalator dalam stasiun MRT.

Tiba di Geylang Road, saya menuju Joyfor Backpacker Hostel untuk mengambil titipan backpack saya. Saya diterima, lagi-lagi, oleh Jeremiah yang selalu ramah. Ia memberikan backpack saya, mempersilakan saya lewat jalan belakang hostel yang kurang lebihnya lebih deket ke stasiun MRT. Dari stasiun MRT Kallang saya menuju ke stasiun MRT Changi.

Pemandangan dalam MRT yang menuju Bandara Changi

Good bye, STP. See u again...
Di loket informasi stasiun MRT Changi, saya mengembalikan kartu STP untuk menerima deposit sebesar 10 dollar yang saya bayarkan ketika membeli STP pertama kali di stasiun MRT Raffles. Dari stasiun MRT Changi, kita langsung terhubung ke Terminal 3. Di situ tinggal menggunakan sky train ke Terminal 1. Oh iya, saya tahu bahwa penerbangan saya ada di Terminal 1 karena informasi tersebar dimana-mana dan sangat jelas.

Sky train antar terminal
Saya menghabiskan malam di Terminal 1 Bandara Changi. Lumayan hemat, skalian menikmati bandara internasional yang katanya salah satu terbaik di dunia. Cieee.... #alasan....


Keesokan harinya, 30 Juni 2014



Good bye Singapore... See you again.... :)


Pengeluaran di Singapura - Hari 2
Serba-serbi S$4
Minuman dingin di Chinese Garden S$2
1 porsi nasi briyani+1 potong ayam+1 gelas jus mangga S$10,6
Oleh-oleh di Mustafa Center S$53,7
Tiket Air Asia Singapura - Jakarta Rp665.420,00 (dibeli pertengahan April 2014)

*Air minum manfaatin yang gratisan. Hghghg....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar