Jumat, 27 Januari 2017

Tempat Kankrong (Makan & Nongkrong) di Ambon

Inspirasi tulisan ini muncul ketika saya sedang duduk di salah satu tempat nongkrong dengan pemandangan Teluk Ambon sambil menikmati jus mangga dan berpikir bahwa rasanya masih kalah sama jus mangga dari Restoran X. Saat itu terpikirkan, boleh juga nih memberikan rekomendasi tentang beberapa tempat makan/nongkrong di Kota Ambon. Siapa tau bisa berguna dan menghemat waktu para traveler yang sedang berkunjung di Kota Ambon. Hhmm, mungkin tulisan ini belum sempurna dan lengkap mengingat belum semua tempat makan/nongkrong yang terdaftar di Dinas Pendapatan Daerah Kota Ambon berhasil saya kunjungi. Secara rasanya kayak kurang kerjaan pun ya? Tapi setidaknya harapan saya, worth it lah menambah-nambah inpo. Iya ga? ^_^


Cafe Sibu-Sibu


Ini dia salah satu tempat nongkrong favorit saya. Sejak pertama berkunjung di sini tahun 2009, ketika masih hanya menggunakan satu ruangan kecil sebelum akhirnya diperluas menjadi seperti sekarang ini, saya sudah jatuh hati dengan cafe ini. Layaknya cafe di Kota Ambon, Sibu-Sibu sudah dilengkapi dengan live music. Yang menjadi benchmark-nya Sibu-Sibu adalah dinding yang dipenuhi foto orang Maluku dan yang berdarah Maluku baik WNI ataupun bukan yang eksis di bidangnya. Seringkali reaksi orang-orang yang untuk pertama kali berkunjung ke sini adalah, "Oooh, si anu orang Maluku yaa?" Makanan yang disajikan di sini sama dengan cafe pada umumnya, yakni nasi goreng, indomie telor, dsj. Tetapi ada juga jajanan khas Maluku seperti kasbi tone, tart labu, bubengka Haruku, cucur, dsj. Namun salah satu kelemahan Sibu-Sibu adalah dikarenakan terletak di salah satu jalan utama di Kota Ambon yang merupakan pangkalan mobil sewaan, bagi pengunjung yang membawa mobil akan mengalami sedikit kesulitan menemukan tempat parkir. Kemudian dikarenakan ruangannya yang walaupun sudah diperlebar namun masih tetap terbatas, terkadang pengunjung perokok yang duduk di tengah ruangan, membuat agak tidak nyaman. Padahal sebenarnya Sibu-Sibu menyediakan meja-kursi di bagian luar juga. Yaaah, ini juga sebagai indikasi bahwa Sibu-Sibu merupakan cafe yang lumayan ramai dikunjungi.
Cafe Sibu-Sibu dibuka sejak pagi hari (sekitar jam sarapan-lah) sampai dengan jam 10 malam. Namun rasanya ada waktu-waktu dimana tutupnya lebih larut. Untuk lebih jelasnya silakan menghubungi no telepon 0911-312525.


Cafe Dermaga

http://www.imgrum.net/
Cafe terletak di pinggiran Kota Ambon, tepatnya Desa Poka. Namun dengan adanya Jembatan Merah Putih, sepertinya Desa Poka sudah tidak layak disebut pinggiran mengingat waktu tempuh dari pusat Kota Ambon hanya dalam hitungan belasan menit (jika jalanan kosong-hghghg). Cafe Dermaga belum lama dibuka. Jam operasinya dimulai dari jam 6 sore sampai setengah 12 malam dan juga menyediakan live music. Jika datang sebelum senja, Anda bisa menikmati pemandangan Teluk Ambon kala senja dan di malam hari pemandangan lampu-lampu dua sisi Pulau Ambon dan kapal-kapal yang berada di teluk.
Areal Cafe Dermaga lumayan luas dan ada beberapa tanaman yang turut memberikan kesan sejuk. Inilah salah satu kelebihannya, yang mana menyuguhkan pemandangan alami, bukan keramaian jalan raya di pusat kota dan lahan parkir yang tersedia relatif lebih luas.
Menu di Cafe Dermaga tidak berbeda jauh dengan menu cafe pada umumnya hanya saja tidak tersedia jajanan pasar sevariasi yang ada di Cafe Sibu-Sibu. Bagi Anda yang tiba di Ambon dengan penerbangan sore/malam, singgahlah di sini untuk mengganjal perut sebelum menikmati Jembatan Merah Putih di waktu malam.


Mister Kopitiam


Ngg, sebenarnya saya juga rada ragu, Kopitiam itu tergolong cafe bukan ya? Anggap iya aja ya. Mister Kopitiam terletak di salah satu sudut teramai di Kota Ambon, di Jalan Diponegoro atau sering disebut Kawasan Urimessing.Buka dari pagi (ga tau jam brapa) sampai jam 2 subuh. Kadang-kadang malah bisa dikasi bonus nongkrong sampai jam setengah 3 subuh. Kalo ini mah pengalaman saya dan partner in crime. Hehehe.. Menunya sangat bervariasi, ga terbatas menu cafe yang biasanya nasi/mie. Sebenarnya lebih patut disebut restoran kali ya?
Walau terletak di depan jalan raya, gampang-susah-gampang juga menemukan parkiran yang membawa kendaraan roda 4. Dari pengalaman pribadi, kami sampai harus muter dulu di depan Kantor Kodim sebelum akhirnya menemukan parkiran.
Mister Kopitiam merupakan tempat nongkrong 2 lantai dengan sirkulasi udara yang cukup baik sekalipun ada banyak pengunjung yang merokok. Namun bagi Anda yang benar-benar alergi dengan asap rokok, tersedia juga ruangan ber-AC sebagaimana tampak pada gambar.
Oh ya, Mister Kopitiam belum menyediakan fasilitas live music. Bukan tidak loh ya. Siapa tau setelah membaca postingan ini langsung diadakan kan? Hghghg..


Joas Baru


Ini merupakan kecabangan dari Rumah Kopi Joas yang cukup melegenda di Kota Ambon. Joas Baru merupakan bagian integral dari Hotel Biz yang baru beroperasi beberapa bulan terakhir ini di Kota Ambon. Pertama kali memasuki lokasi cafe ini, saya langsung jatuh hati. Sekalipun ada banyak pengunjung yang merokok, akan tetapi tersedia banyak jendela yang memungkinkan sirkulasi udara terjadi dengan baik. Menu makanan di sini tidak terlalu bervariasi akan tetapi saya sukaaaa roti panggangnya. Hehehe... Layaknya rumah kopi/cafe di Kota Ambon, Joas Baru beroperasi sejak pagi sampai dengan jam 9 malam! Kenapa ga lebih larut ya? Saya juga penasaran. Secara pertama kali ke sini jam 8-an. Belum juga menikmati separuh dari jajanan yang ada, udah disamperin pramuniaga-nya. Joas Baru terletak di jalan yang sama dengan Sibu-Sibu, so demikian juga dengan ketersediaan lahan parkir bagi yang membawa kendaraan roda 4. Di Joas Baru belum tersedia fasilitas live music.


Agniya Cafe and Resto


Ini dia salah satu spot terfavorit terkini di Kota Ambon. Terletak di bilangan Pohon Mangga, beroperasi hingga setengah 12 malam, sangat layak dijadikan tempat kankrong segala usia. Daaaan, jus mangga maupun jus jeruk-nya highly recommended cui. Lekker! Berlokasi di depan jalan, parkiran lumayan lebih baik sekalipun masih numpang bahu jalan umum, halaman belakang (kalo bisa dikatakan halaman) adalah pantai. Cuman tolong parkirnya ditertibkan dong. Tanpa karcis legal, mintanya 5000. Kemahalan cui, mana lahan parkirnya numpang jalan umum pun. Bagi yang ingin berenang, sangat memungkinkan. Anda yang menggunakan angkutan umum, cukul sekali naik dari Terminal Mardika.
Fasilitas live music sudah tersedia tapi belum difungsikan, padahal saya datangnya malam minggu loh ya.
Takut kehabisan tempat? Silakan reservasi di no telpon 0911-348372.


... to be continued... (cape ngetiknya) ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar