Aplikasi Kursus ke India

Ini menjadi komitmen pribadi saya jika diijinkan Tuhan lulus kursus ke India, membagikan pengalaman melamar kursus. Bukan hanya mengenai proses aplikasi, tetapi juga suka-duka kala melakukan pengurusan dokumen-dokumen terkait sebelum keberangkatan. Harapannya bisa menjadi tambahan informasi bagi saudara-saudara sebangsa dan setanah air.

7 Juni 2017 - Saya memperoleh informasi terkait kursus Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC) yang dibiayai penuh oleh Ministry of External Affairs - Government of India dari rekan sejawat di Humas BPS RI yang baru saya buka e-mailnya pada keesokan harinya. Saya ingat betul (secara masih tersimpan di inbox), saat itu saya segera membalas e-mail dan mengucapkan terima kasih. Saya membaca isi e-mail dan sempat tertarik pada salah satu kursus tetapi kemudian saya tinggalkan. Jujur, saya kurang berminat. India gitu loh! Saya pernah membaca tentang tingkat kekerasan terhadap turis perempuan di India yang cukup tinggi. Okey, kekerasan itu terjadi karena beberapa faktor. Namun setidaknya ada kesan yang kurang menyenangkan tentang India. Alasan lain kenapa saya ga langsung berminat adalah saya pernah melamar kursus ke India tahun 2008 dan ga lolos. Trauma nih ceritanya. Hahaha...

20 Juni 2017 - Spontan di hati muncul pemikiran, kenapa ga nyoba apply kursus ke India? Saya lalu berpikir, iya ya, kenapa ga dicoba aja? Kalo ga lulus ya ga ada bedanya. Tapi kalo lulus lumayan menambah jam terbang kan? 

21 Juni 2017 - Saya mulai mempersiapkan semua dokumen terkait. Puji Tuhan, saya sudah menyimpan dokumen-dokumen pribadi dalam bentuk pdf ataupun jpg di salah satu folder di laptop saya. Adapun dokumen yang perlu dipersiapkan antara lain:
  1. Print out online application pada alamat web https://www.itecgoi.in/meaportal/registerapplicant
  2. TOEFL/IELTS score (boleh salinan, ga harus asli). Score-nya minimal 450.
  3. Reference letter (surat persetujuan) dari atasan.
  4. Medical report. Saya pake surat keterangan dari Puskesmas terdekat dengan kantor.
  5. Nominating form yang ditandatangani atasan.
Untuk butir 4 dan 5, formatnya sudah tersedia pada online application yang akan dicetak dari alamat web sebagaimana tersebut di atas. Pemerintah India juga mensyaratkan pelamar sudah memiliki pengalaman kerja minimal 3-5 tahun dan berusia antara 25-45 tahun. Pelamar adalah mereka yang bekerja di pemerintahan, swasta, dan dunia pendidikan. Aplikasi (hard copy) harus diterima oleh Kedutaan Besar India selambat-lambatnya 2 minggu sebelum kursus dimulai. Longgar banget kan ya? Tetapiii, pas pengumumannya donk, mepet banget sodarah-sodarah!

Di tanggal 21 Juni 2017 itu saya benar-benar gerilya. Mengapa? Karena hari terakhir kerja sebelum libur Lebaran adalah 22 Juni 2017! Pasti pada bertanya, kenapa buru-buru? Bukankah dokumen terkait boleh diterima 2 minggu sebelum dimulainya kursus? Pada beberapa blog yang saya baca, katanya makin cepat makin baik. Baik ke kitanya maksudnya kali ya? Biar tenang aja. Kursus yang ingin saya ikuti dimulai pada awal September 2017. Jadi perhitungan saya, dokumen akan diterima awal Juli. Lumayan lah, 2 bulan sebelum dimulainya kursus. Toh kita harus memperhitungkan waktu perjalanan dokumen tersebut sampai akhirnya nyampe ke tangan pihak yang berkuasa memutuskan. Jadilah pada sore hari tanggal 22 Juni 2017 saya mengirimkan dokumen via pos (Kantor Pos).

3 Juli 2017  - Saya menerima e-mail dari Team ITEC sebagai berikut:

Dear PAULINE,

Your application has been received and is now Under Process.


Team ITEC
DPA-II
Ministry of External Affairs
Govt. of India.

Puji Tuhan. Setidaknya sampai di sini, saya sudah mengerjakan bagian saya. Tinggal menunggu pengumuman. Inilah enaknya mengerjakan sesuatu lebih awal.

8 Agustus 2017 - Saya menerima e-mail sebagai berikut:

Dear PAULINE GASPERSZ,

Your Application has been Accepted. Please contact Mission for further process.


Team ITEC
DPA-II
Ministry of External Affairs
Govt. of India.

9 Agustus 2017 - Saya menerima e-mail dari institusi penyelenggara kursus yang menginformasikan bahwa saya diterima untuk mengikuti program kursus. Baik oleh institusi penyelenggara kursus maupun Team ITEC, saya diminta untuk menghubungi Kedutaan Besar India di Indonesia. Informasi dari Kedutaan Besar India adalah mereka belum menerima surat dari Ministry of External Affairs, yang akan menjadi dasar hukum bagi pengurusan selanjutnya sehingga mereka belum bisa bertindak lebih jauh.

14 Agustus 2017 - Saya menerima acceptance latter (pdf) via email dari Kedutaan Besar India. Dari situ saya baru bisa mulai bergerak untuk pengurusan dokumen terkait. Saya segera menghubungi Bagian Humas BPS untuk informasi lebih lanjut. Saya diminta untuk mengirimkan semua dokumen terkait melalui e-mail tetapi khusus untuk paspor biru harus mengirimkan asli. Puji Tuhan, ada teman sekelas dulu zaman kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) yang lagi tugas ke Ambon dan akan kembali ke Jakarta pada tanggal 15 Agustus 2017. Segeralah saya bergerilya menyiapkan segala sesuatunya dan menitipkannya ke teman dari Pusat.

16 Agustus 2017 - Saya dihubungi Humas BPS yang menginformasikan bahwa mereka telah menerima surat pengantar dan dokumen terkait. Akan tetapii... Mereka juga menginformasikan bahwa dibutuhkan 7 hari kerja untuk pengurusan di Kementerian Sekretariat Negara untuk penerbitan Surat Persetujuan Perjalanan Dinas Luar Negeri serta 4 hari kerja untuk pengurusan di Kementerian Luar Negeri. Sampai di situ, saya langsung lemes. Kata teman dari Humas, "Pauline, waktunya mepet banget. Coba kamu back-up dengan paspor hijau". Dengan lemes saya menjawab, paspor hijau saya akan expire di bulan Oktober 2017. Umumnya untuk pengurusan di kedutaan, paspor kita harus masih berlaku minimal 6 bulan. Saya lalu dianjurkan untuk segera memperpanjang paspor hijau saya. Saya inget banget sempat bilang begini waktu itu, "Kak, saya tahu ini mepet banget. Hanya saja saya percaya akan melihat tangan Tuhan bekerja." Saya bukan lagi sok beriman saat itu. Tuhan pun tahu, saya agak-agak hopeless saat itu. Hanya mencoba belajar tetap memiliki iman dalam segala situasi. Setelah menutup pembicaraan dengan rekan dari Humas BPS, saya langsung menghubungi teman di Kantor Imigrasi Ambon menanyakan tentang syarat memperpanjang paspor hijau. Siang itu juga saya langsung menuju Kantor Imigrasi Ambon untuk memperpanjang paspor hijau saya karena informasi yang saya dapatkan, pengurusan paspor membutuhkan 3 hari kerja, sedangkan tanggal 17 Agustus itu libur dan Selasa, 22 Agustus 2017 saya harus ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan salah satu survei sekaligus pengurusan visa di Kedutaan Besar India.

21 Agustus 2017 - Hitungannya hari ini baru 2 hari kerja setelah saya mendaftar untuk perpanjangan paspor saya. Saya mencoba menghubungi teman di Kantor Imigrasi Ambon untuk menanyakan apakah paspor saya sudah bisa diambil. Saya pernah mendengar informasi, katanya walau baru 2 hari kerja, jika sudah selesai bisa diambil. Saya dianjurkan untuk langsung datang ke Kantor Imigrasi. Sesampai di sana, paspor saya belum selesai. Saya udah lemes aja. Saya ngomong ke orang di Kantor Imigrasi, "Besok pagi saya ke Jakarta, Pak. Apa ga bisa selesai hari ini?" Mereka menyampaikan yang akan mengusahakan dan saya dianjurkan untuk pulang saja dulu, nanti akan mereka hubungi. Jam 4 sore saya dihubungi oleh pegawai Kantor Imigrasi Ambon, meminta maaf yang mereka sudah mencoba tetapi paspor saya belum bisa diambil hari ini. Saya disarankan untuk meminta pimpinan saya untuk menghubungi Kepala Kantor Imigrasi Ambon dan membicarakan lebih lanjut. Puji Tuhan, pimpinan saya bersedia menghubungi dan setengah 5 sore itu juga saya diminta datang untuk mengambil paspor hijau saya.

23 Agustus 2017 -  Saya mendatangi Kedutaan Besar India untuk mengurus student visa. Tentang waktu kedatangan ke Kedutaan Besar India ini ada juga ceritanya. Mereka mensyaratkan saya harus datang sendiri, sekalipun saya sudah menjelaskan bahwa posisi saya adalah di Kota Ambon yang membutuhkan berbagai sumber daya untuk ke Jakarta. Puji Tuhan, ada pelatihan survei di kantor pusat yang seyogyanya diselenggarakan di bulan September namun kemudian dipindahkan ke bulan Agustus dan waktunya pun pas banget dengan waktu selesainya pengurusan paspor hijau saya.



24 Agustus 2017 - Pada tanggal yang sama dengan tanggal berpulangnya (Almh) Mama tercinta ke pangkuan Bapa di surga, saya akhirnya menerima student visa saya yang mengandung begitu banyak cerita di balik proses pengurusan dokumen-dokumen terkaitnya.

Lumayan panjang juga ya cerita saya kali ini. Jika ditanya bagaimana saya menyimpulkan semua rangkaian perjalanan mulai dari proses aplikasi sampai dengan siap berangkat ke India? Kesimpulannya adalah Tuhan Yesus sungguh amat baik! Dari suatu pemikiran di malam hari, perjalanan pengurusan dokumen-dokumen yang siap in the last minutes, kesesuaian waktu yang membuat saya hemat tiket Ambon-Jakarta PP, dll.

Semoga sharing cerita yang panjang ini bermanfaat dan selamat memulai petualangan... :)

26 komentar:

  1. Tangan Tuhan Memang Selalu Bekerja di saat kita sudah Berserah...Semoga Sukses Studynya Kak Paulina. GBU

    BalasHapus
  2. Luar biasa Lina.. Semoga semakin suksess...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin! Tengkiuu Icha. Harapan yang sama buat Icha, selalu.. :) :)

      Hapus
  3. mbak, boleh minta kontak mba pauline? email atau nomor wa yang aktif mbak,,
    saya sudah sampai tahap Under Process,, dan teman saya sudah sampai tahap Accepted by email.
    teman saya sudah menghubungi Embassy of India via email tetapi belum dibalas. dan dy juga belum dikirimkan LoA.
    apakah tiap program berbeda-beda jarak pengiriman LoA nya ya?
    terima kasih sebelumnya.
    Salam,
    Adisti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mba Adisti..

      Maapkan saya baru merespons. Saya baru tiba 2 hari lalu dan langsung disibukkan dengan urusan kerjaan. Sepertinya tiap program beda time table-nya. Waktu saya menunggu-nunggu pengumuman, sempat menghubungi kedutaan juga, tetapi disuruh menunggu saja. Ketika sudah approved di web-nya dan bahkan sudah menerima e-mail dari Ministry of External Affairs pun, kedutaan belum akan meresponi selama mereka belum menerima pemberitahuan langsung dari Kemlu-nya mereka. Mereka sempat menginformasikan ketika saya hubungi via telpon kalo biasanya 2 hari jarak antara kita menerima email dari Ministry of Exetrnal Affairs dengan dikirimnya LoA dari Kedutaan India. Ternyata pada kasus saya lebih dari 2 hari.

      So, saran saya untuk kasus Adisti, pantau terus status di web ITEC. Kalo status sudah berubah dari under process ke approved, tunggu 2-3 hari sebelum menghubungi Kedutaan India.
      Semoga sukses dan lancar semua pengurusannya ya...

      Salam,
      Pauline

      Hapus
    2. Halo mba pauline,
      balasan kali ini saya telah menyandang status accepted. Alhamdulillah,,
      Saya mau menanyakan tentang biaya apa saja yang kita keluarkan secara pribadi mbak? dan apa saja yg ditanggung oleh ITEC di India yg telah mba pauline alami?
      Allowance nya keluar di awal atau saat sudah disana ya mb? dalam bentuk apa ya mb?
      berapa uang cash yg sebaiknya qt bawa dari indonesia? apakah sudah dalam rupee?

      Terima kasih sebelumnya,,

      Hapus
    3. Syukurlah... Selamat ya, Ti!
      Yang ditanggung ITEC adalah tempat tinggal, biaya kursus, makan, tiket pesawat ekonomi PP dari ibukota negara asal ke kota tujuan di India. Kemarin tiket Ambon-Jakarta PP saya tanggung sendiri. Kemudian disediakan antar-jemput ke-dari bandara di India-nya. Untuk layanan antar-jemput ini bisa nanti dikomunikasikan dengan institusi penyelenggara.

      Allowance pertama diterima di minggu pertama hari kedua (6.000 rupee) langsung dengan uang buku (5.000 rupee). Allowance berikut diterima di minggu ke-3 (4.000-an rupee). Total ada 2 kali allowance untuk kursus 4 minggu saya.

      Tentang berapa uang cash yang sebaiknya dibawa, tergantung sih ya. Saya termasuk yg ga banyak belanja soale. Saya kemarin bawa dalam bentuk dollar. Selebihnya saya tarik di ATM. Oh iya, waktu narik pake ATM, ga bisa-bisa. Pas saya coba pake kartu kredit baru bisa. Apa karna ATM saya ga ada semacam chip gitu seperti di kartu kredit kali ya.. FYI, sekali narik dengan kartu kredit, lumayan juga bo fee-nya. So, direncanain dengan baik dulu ya mengenai jumlah yg mau ditarik. Kalo ga salah, di ATM yang saya gunakan itu, maksimal 10.000 rupee, so saat itu saya langsung narik maksimal.

      Gitu dulu kali ya Ti...
      Selamat siap2! :)

      Hapus
    4. Selamat ya mbak Adisti, diterima program ITEC

      Mbak Adisti, saya mau nanya, aplikasi saya sudah diterima oleh Kedubes India lebih dari 2 minggu yang lalu (tanggal 2 Oktober). Namun status aplikasi saya di web ITEC masih initiated. Yang mau saya tanyakan apakah normal waktu selama itu status belum berganti menjadi Under Process?

      Terima Kasih mbak Adisti

      Hapus
  4. Selamat kak atas pengalamannya dan Terima kasih sudah sharing.

    Saya ingin bertanya terkait medical report. Surat Keterangan Sehat dr Puskesmas itu posisinya menggantikan form medical report yg muncul pada aplikasi yg sudah kita cetak, atau sebagai pelengkap?

    Jika sbg pelengkap, apakah form medical report dr itec tsb juga diisi dan di cap Oleh dokter?

    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi dek..

      Maaf baru sempat mbales. Iya, surat keterangan sehat dari Puskesmas itu menggantikan format dari print-an website. Semoga sukses yaa...

      Hapus
    2. Untuk medical report nya dari puskesmas berbahasa inggris atau boleh bahasa indonesia aja?

      Hapus
    3. Hi mba Indah. Salam kenal dari Ambon. Sepertinya kemarin saya tinggal mengisi female, angka, dan yes or no aja.

      Hapus
    4. Ooh. Beda form berarti ya. Sekarang agak banyak isianya Kak. Hehehe. Nanti saya email boleh? Mau tanya tanya :) terima kasih sebelumnya

      Hapus
    5. Monggo mba, dikirim saja ke Lhygas@yahoo.com.

      Hapus
  5. Selamat siang mbak Pauline, saya mau tanya tentang pengurusan visa online untuk program ITEC ini. Saya bingung mengenai kolom isian port untuk tiba di India dan exit dari India. Saya di terima dalam program Entreprenership di Ahmedabad-Gujarat. Kemudian ada kolom kolom reference name di India, harus diisi apa? apakah ITEC atau nama institusi yang dituju?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Slamat siang mba Maria...
      Saya langsung mengisi bandara internasional yang ada di kota tempat kursus berlangsung. Mungkin biar lebih yakin, bisa menanyakan ke penyelenggara biasanya peserta akan tiba/berangkat lewat bandara mana. Untjk kolom reference name di India, ketepatan saat menerima pemberitahuan dari penyelenggara bahwa saya diterima, di booklet yg mereka lampirkan sudah tertera nama-nama penanggung jawab teknis di sana. Saya pakai salah satu nama sebagai reference saya di India.
      Semoga menjawab pertanyaannya dan salam sukses selalu! :)

      Hapus
    2. Selamat malam mbak pauline.
      Saya juga mengalami masalah yang sama persis dengan mbak maria herawati. Saya diterima di National Institute of Rural Development di Hyderabad. Terima kasih atas solusinya.
      Utk tiket pesawat biasanya brp lama dikirim via email sblm tgl keberangkatan?
      Salam sukses selalu! :)

      Hapus
    3. Halo Mas Syamsu..
      Pengalaman saya, tiket pesawat dikirim pada hari yang sama dengan hari kita mengajukan permohonan student visa di Kedubes India.. Karna waktu itu saya agak mepet ngurus visanya, jadinya sekitar seminggu jarak antara dapat tiket dengan tanggal keberangkatan..

      Sukses slalu! :)

      Hapus
  6. Selamat Siang Mbak Pauline, minta alamat email dong mbak, mau minta pencerahan terkait Beasiswa ITEC Programme

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat siang Mas Azhar..
      Alamat e-mail saya Lhygas@yahoo.com. Monggo Mas..

      Hapus
  7. Selamat Siang Mbak Pauline, minta alamat email dong mbak, mau minta pencerahan terkait Beasiswa ITEC Programme

    BalasHapus
  8. Selamat Pagiii..
    Mbak Pauline..

    Senang sekali bisa baca blog mb ttg ITEC, kereeen.

    Gini mb.. mau nanya utk medical checkup apakah harus nunjukin bukti ronseng atau gak perlu? Trus utk berkas dikirim ke kedutaan India di Bali bisa gak ya dan format di amplop depan gmn?

    Makasiih..

    Warm Regards,-
    Nissa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Nissa..

      Terima kasih ya udah mampir di sini. Pengalaman saya kemarin, ngurus keterangan medis di Puskesmas ga perlu nunjukin bukti rontgen. Kemudian mengenai tujuan pengiriman berkas2, ga ngerti juga apa bisa di Konjen di Bali. Untuk pengurusan visa bisa sih. Mungkin ditanyakan aja kali ya sama pihak Kedubesnya?

      Waktu itu aku nulis
      Kepada Yth.
      Education Wing
      Embassy of India, Jakarta
      Jl. H. R. Rasuna Said Kav S-1, Kuningan
      Jakarta 12950

      Smangaat dan sukses selalu! :)

      Hapus
  9. Salam kenal mbak pauline.Aku ada email beberapa pertanyaan ke mbak pauline.mohon bantuan ya mbaj.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Za..

      Sudah saya balas kan ya? Maap kalo low response.. :)

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.