Selasa, 15 Maret 2016

Mengapa Sensus Ekonomi 2016 Harus Sukses?




Ada satu event besar yang akan diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2016 ini, tepatnya pada tanggal 1-31 Mei 2016, yakni Sensus Ekonomi 2016. Ini adalah momen sepuluh tahunan dimana jajaran BPS di seluruh tanah air menggabungkan jurus dan kekuatan untuk melakukan pemotretan seluruh unit usaha/perusahaan yang berada dalam batas-batas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Informasi yang akan dipotret oleh petugas mencakup:
1.         nama usaha/perusahaan;
2.         alamat usaha/perusahaan;
3.         tahun mulai beroperasi;
4.         status badan usaha;
5.         kegiatan utama usaha/perusahaan;
6.         jaringan usaha/perusahaan;
7.         ketenagakerjaan;
8.         bulan kerja;
9.         pengeluaran usaha;
10.     penggunaan internet;
11.     sistem waralaba;
12.     nilai produksi/penjualan/pendapatan usaha;
13.     biaya/pengeluaran usaha; dan
14.     kendala dan prospek usaha.
Pendataan akan dilakukan dengan metode wawancara langsung terhadap rumah tangga usaha dan perusahaan di luar lapangan usaha pertanian. Pada akhirnya, Sensus Ekonomi 2016 akan menghasilkan data:
1.         jumlah usaha/perusahaan menurut wilayah, lapangan usaha, dan skala usaha;
2.         jaringan usaha/perusahaan;
3.         jumlah tenaga kerja usaha/perusahaan;
4.         nilai produksi/penjualan/pendapatan;
5.         biaya/pengeluaran usaha/perusahaan; dan
6.         kendala dan prospek usaha/perusahaan.
Data-data tersebut akan disajikan sampai level kabupaten/kota dan dapat diperoleh oleh siapa saja dengan cara datang langsung ke kantor-kantor BPS terdekat atau via e-mail, website, surat, dan bahkan melalui hubungan telepon.
Harus kami akui, berdasarkan pengalaman selama ini, tidak mudah untuk mendapatkan data yang akurat. Selain kondisi geografis Maluku dengan banyak pulau dan transportasi yang belum sepenuhnya memadai, salah satu kendala yang sangat mungkin kami temui dalam pelaksanaan pendataan adalah ketidakpercayaan dan keragu-raguan responden untuk memberikan data. Apalagi item-item yang ditanyakan mencakup nilai produksi/penjualan/pendapatan usaha dan biaya/pengeluaran usaha. Meminjam istilah dalam bahasa sehari-hari di Maluku, sangat mungkin para pelaku usaha akan menjawab, “Itu katong pung tali poro tu. Bagimana mo kastau akang? Kalo sampe orang laeng tau, skang katong bagimana lai?”. Perlu kami tegaskan: Jangan ragu untuk memberikan data apa adanya! Karena pada akhirnya kita dan anak-cucu kita jugalah yang akan menggunakan data tersebut.
Petugas Sensus Ekonomi 2016 akan menandatangani kontrak kerja yang salah satu item-nya mewajibkan mereka untuk menjaga kerahasiaan data yang diberikan responden. Hal tersebut bukan hanya berlaku dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016, akan tetapi sudah merupakan kode etik BPS yang berlaku untuk semua pelaksanaan sensus dan survei. Apabila ada pelanggaran yang terjadi, kami mengharapkan kerja sama masyarakat untuk melaporkan dan selanjutnya akan kami tindaklanjuti.
Ada suatu pepatah yang umum di kalangan komunitas yang mengerti pentingnya data, “Data memang mahal, tapi lebih mahal membangun tanpa data.” Semua tahapan dalam prinsip manajemen planning, organizing, actuating, and controlling (POAC) atau dalam dunia birokrasi yang kita kenal sebagai rangkaian proses perencanaan, monitoring, dan evaluasi, secara mutlak membutuhkan data. Semua lapisan masyarakat mulai dari anak-anak sekolah dasar sampai mahasiswa semua strata, pelaku usaha, dan juga aparatur sipil negara membutuhkan data. Dan jika harus menampilkan buku tamu pada unit Pelayanan Statistik Terpadu (PST) BPS RI/Provinsi/Kabupaten/Kota sebagai salah satu akun media sosial, kami yakin akan ada banyak tanda like (baca: jempol) di situ dari mereka-mereka yang terbantu dengan data yang BPS hasilkan.
 Juga jangan lupa bahwa saat ini kita telah memasuki era ASEAN Economic Community (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Jika menghubungkan data yang akan dihasilkan oleh Sensus Ekonomi 2016 dengan era persaingan yang kompetitif tersebut, maka akan menambah satu lagi alasan mengapa kita harus berpartisipasi menyukseskan Sensus Ekonomi 2016 dengan memberikan jawaban yang benar. Hasil dari Sensus Ekonomi 2016 akan menjawab kebutuhan informasi untuk pengembangan usaha dan peningkatan daya saing bangsa. Para pemangku kepentingan dan semua pelaku usaha akan sangat terbantu olehnya untuk mengukur kemampuan dan memetakan langkah-langkah strategis selanjutnya. Bayangkan, betapa luar biasanya multiplier effects yang akan diberikan. Jadi, pastikan usaha/perusahaan Anda didata. Partisipasi basudara semua adalah sumbangsih dan karya bagi bangsa. Sukseskan Sensus Ekonomi 2016!


Dimuat di Harian Ambon Ekspres edisi 15 Maret 2016

1 komentar: